Pasangan Suami Istri, I Made Bhaskara dan Daecy

Berikut ini pasangan muda yang berbagi pengalaman setelah mereka berdua mengikuti Program Keluarga Sakinah through Kamasutra;

I Made Bhaskara adalah suami Deacy salah satu pasangan suami istri yang ikut retreat “Keluarga Sakinah thru Kamasutra” pada tangal 7 s.d. 8 September 2012 di One Earth Retreat Center. Berikut adalah testimonialnya.

Kemesraan Pasangan Suami Istri, yang bahagia.

Temans, sudah satu minggu lebih sejak program kamasutra kita di One Earth Retreat Center tercinta. Saya ingin sharing apa yg terjadi di rumah kami sejak itu. Tadinya urusan sex adalah sebuah petualangan (belaka) yang seru, menyandu, dan patut dilakukan setiap malam. Apabila sunzi adalah seni berperang di medan tempur maka kamasutra adalah seni dalam bercinta. Diskusi kita selama 2 (dua) hari 2 (dua) malam bukannya memberi jawaban, malah banyak pertanyaan yang timbul. Jadi tambah gemas.

Kemudian rasa penasaran ini membawa saya utk lakukan riset kecil tentang kamasutra berdasar referensi dari workshop kita waktu itu dan buku kamasutra karangan Bapak Anand Krishna (yang akhirnya saya baca juga!). Saat googling, yang muncul adalah postur bercinta dan iklan ebook. Sempat teralihkan malah lihat yang “aneh-aneh”, sadar juga bahwa bukan ini yang saya cari. Pencarian lebih lanjut membawa saya ke beberapa web yang menjelaskan bahwa kamasutra adalah gerbang menuju tantra.

Apa itu tantra? Tadinya saya mau coba uraikan tantra dalam bahasa saya dan berdasarkan pemahaman (otak saya) yg sederhana, tapi saya urungkan. Takut salah.

Anyway, sepulang dari workshop karena kelelahan dan kesibukan, ‘praktek’ baru dapat dilakukan beberapa hari kemudian. Tentu bagian ini secara detail tidak dapat saya paparkan disini.

Ternyata ibu Norma (fasilitator program kamasutra) benar. Frekuensi berhubungan (sex) kami jadi sangat berkurang! Kami pun bertanya-tanya, apa yah yang beda. Segalanya jadi intens. Foreplay lebih intens, ditambah melting hug, maithuna, chakra balancing, dan afterplay berpelukan dan berciuman mesra sampai pagi. Rasanya itu loo.. Intens sampai berhari-hari. Seperti sufi whirling, tetapi ini tidak dapat dijelaskan dengan kata-kata. Saya yakin teman-teman yang sudah mengalami bisa paham maksud saya. Yang pasti sekarang ini kami berdua menjadi pasangan termesra seluruh dunia. Mesra mampus hingga saya ingin selalu menggandeng tangan Daecy dan memberinya kecupan sepanjang hari; di kamar, saat bekerja, di lift, saat mau makan, dll. Bukan cuma itu. Kami pun jadi lebih semangat dalam bekerja dan berbagi di keseharian.

Dunia seperti dipotret pakai kamera canggih, warnanya bersaturasi di atas aslinya.

Dua hari lalu saya membuka secara acak halaman buku Saptapadi (ditulis oleh Bapak Anand Krishna) dan menemukan kalimat yang dulu membuat saya memutuskan untuk menikahi mantan pacar saya ini, mengingatkan saya untuk kembali bersyukur. Bahwa saya dan Daecy bersahabat. Dan ini adalah satu persahabatan yang sangat indah. Ini adalah anugerah.

Terima kasih Bapak Anand Krishna sudah menuntun kami untuk membangun keluarga bahagia sejak masih pacaran dulu. Pernikahan kami masih seumur biji jagung. Semoga dengan restu Beliau kami berdua dapat berkembang bersama dan saling mendukung perjalanan kami di kehidupan ini.