Multiple Orgasme, from Zero to Hero !

Perkawinan kami sudah berjalan 11 tahun… Waktu menikah, saat itu, usiaku 19 tahun, betul-betul Pengantin Remaja! Remaja yang lugu dan polos!

Suamiku seorang dokter, selisih usia kami lumayan jauh, 10 tahun! Suamiku sangat baik, pengertian, dan begitu mencintai keluarga kecil kami. Dan sebagai dokter dari sedikit dokter, di kota kabupaten, alhamdulilah kami hidup berkecukupan……

Suamiku sehari-hari menjadi dokter yang super duper sibuk karena menjalani beberapa pekerjaan dan organisasi profesi.

Dalam kejenuhanku melihat kesibukan suami dan pekerjaan sehari-hari, tiba-tiba suami membawa berita, ada teman-teman yang mengikuti pelatihan Keluarga Sakinah melalui Kamasutra, sukses meningkatkan kualitas sexual, sampai mencapai Multiple Orgasme.

Wah…….., kayanya pengen banget tuh! Walau ragu, karena jauh…..di ciawi bogor, dan harus jalan darat dan nyebrang laut, sehari suntuk di jalan…… Padahal kami punya anak usia 15 bulan yang harus dibawa…. Dengan berbagai upaya, akhirnya kami daftar!

MERASA KEHIDUPAN BAIK-BAIK SAJA TETAPI ADA YANG KURANG

Kehidupan kami sangat berwarna. Setiap saat selalu bercanda, peluk dan cium bukanlah hal yang tabu yang harus dilakukan di dalam kamar yang tertutup, karena kami melakukannya setiap saat. Dan itu sudah menjadi pemandangan sehari-hari. Anak-anakpun sudah dan ikut terbiasa dengan aktivitas ini.

Namun saya merasa masih ada yang tidak lengkap. Ada sesuatu yang kurang. Sehingga saya terkadang merasa amat sangat jenuh dan bosan dengan kehidupan saya. Tadinya saya mengira itu disebabkan karena kejenuhan saya terhadap rutinitas pekerjaan rumah tangga yang seolah tidak ada habisnya. Kalau sudah begitu biasanya saya melepaskan segala rasa kepenatan tersebut dengan latihan melepas stress dengan meneriaki bantal.

Lumayanlah untuk mengeluarkan segala rasa jenuh, bosan, penat, dan sebagainya itu. Tetapi itu hanya bersifat sementara saja, karena tidak lama kemudian segala rasa yang menyesakkan dada itu kembali datang. Aaarrrggghhhh………..!!!

TIDAK SEMPURNYA KEHIDUPAN SEKS MENYEBABKAN KEJENUHAN

Di dalam acara retreat dijabarkan berbagai tips dan trik untuk mewujudkan keluarga sakinah, yang ternyata bukanlah sesuatu yang sulit untuk dilakukan. Difasilitasi oleh fasilitator yang TOP banget dan sangat inspiratif.

Setelah mengikuti acara retreat, saya mendapat kesimpulan bahwa yang menyebabkan saya merasa ada sesuatu yang kurang dalam kehidupan keluarga saya adalah tidak sempurnanya kehidupan seks kami. Sebelumnya, bagi saya, kegiatan seks hanya menjadi kegiatan dalam rangka memenuhi kewajiban (dan kesunahan saja). Kan kalau malam jumat katanya itu sunah, maka malam selain malam jumat adalah wajib, Tidak lebih!

Tapi saya tidak ngerti, apa guna itu semua….. Karena saya tidak pernah mendapat kepuasan…

Hal ini menyebabkan saya menutup diri dan meyakinkan diri bahwa saya tidak akan bisa mendapatkan kepuasan, orgasme apalagi Multiple Orgasme (MO).

Akibatnya setiap berhubungan intim dengan suami, baru foreplay saja, sudah kesakitan……. Ditambah saya adalah orang yang pasif. Saya selalu takut untuk mengungkapkan apa yang menjadi keinginan saya. Akhirnya kegiatan seks menjadi kegiatan yg GLGL (Gitu Lagi Gitu Lagi).

Setelah ikut retreat, pandangan yg membebani selama ini berubah!

SETIAP ORANG PUNYA POTENSI YANG HARUS DIKEMBANGKAN

Saya seperti mendapatkan KEYAKINAN bahwa saya bisa memberdaya potensi-potensi, setiap orang punya POTENSI !!! Tinggal bagaimana memaksimalkan potensi tersebut. Saya seperti terlecut oleh pengalaman beberapa peserta yang lain. Mereka yang punya masalah jauh lebih berat dari saya saja mampu untuk mendapatkan kepuasan, seharusnya saya juga bisa dong……. Setelah berusaha untuk membuka diri dan membuang MENTAL BLOCKED yang ada di dlm diri…..

BALIK KE MASA LALU

Mari “melalang buana” ke masa lalu…….

Orang tua kami berasal dari keluarga ningrat! Jadi ya gitu deh…… Yang namanya perempuan itu gak pantes kalo neko-neko…… Genit, centil, ganjen dan sebagainya itu sangat jauh dari tipe ideal seorang wanita ningrat….. Pastilah Jaim!

Walau keluarga orang tua sudah cukup terbuka, tetapi doktrin….. suami harus diturut dan dilayani seperti raja, itu tidak pernah hilang.

Sejak usia 10 tahun seperti layaknya anak-anak di lingkungan, saya rutin belajar agama……. Eh….. Guru agama saya, setali tiga uang! Sama juga doktrinnya! Seorang istri wajib melayani suami, dalam kondisi apapun kalau tidak mau masuk Neraka!

Aduh……. Anak sekecil itu, membayangkan Neraka…… Ampun deh! Membuat saya menjadi anak yang pendiam, pasif dan penurut….. Itulah doktrin-doktrin yang menghiasi pikiran di masa kecil saya….

REVOLUSI BESAR-BESARAN SETELAH RETREAT

Setelah retreat, terjadilah “revolusi” di dalam diri saya.

Perubahan terbesar terjadi pada kehidupan seks kami. Sebelumnya, kehidupan seks kami bisa dibilang sangat STANDARD. Seks hanya dilakukan jika suami “minta jatah”. Jika suami tidak minta, maka saya merasa ‘AMAN”. Karena saya tidak mendapatkan kepuasan dari kegiatan tersebut.

Saya selalu gagal orgasme karena adanya perbedaan yang terlalu jauh antara saya dengan suami. Suami terlalu cepat dan saya sangat pasif dan terlalu lama. Akhirnya sayapun selalu gagal orgasme. Secara tidak disadari, lama kelamaan hal ini menyebabkan saya membuat batasan pada diri saya sendiri bahwa saya tidak akan pernah mendapatkan orgasme. Jadi walaupun dicoba dengan segala cara, diri saya secara otomatis memberikan penolakan.

Namun cerita tersebut berubah secara drastis setelah saya mengikuti retreat. Setelah mendapatkan berbagai ilmu untuk mewujudkan keluarga sakinah melalui kamasutra, kami berusaha untuk menerapkannya. Awalnya agak sulit, karena tembok pembatas yang saya bangun ternyata begitu kuat. Namun saya yakin pasti bisa.

Akhirnya pada hari kelima setelah pulang dr retreat, kami berhasil. Saya berhasil mendapatkan kepuasan dari hubungan seks tersebut. Bukan saja berhasil orgasme tetapi saya berhasil mendapatkan multiple orgasme (MO) 2 kali. Rasanya sungguh luar biasa dahsyat. Seluruh tubuh ini terasa bergetar dan rasanya luar biasa nikmat. Rasa senang, kaget, heran, bercampur menjadi satu di dalam diri saya, karena ini merupakan Orgasme dan Multiple Orgasme pertama kali saya sepanjang pernikahan kami…….
Akhirnya…………

Ternyata dengan teknik yang sederhana dan mudah untuk dilakukan, memperoleh MO bukanlah hal yang mustahil. Sungguh luar biasa!!!

Setelah berhasil mendapatkan MO yang pertama, kami (saya khususnya) semakin yakin dan percaya diri terhadap kemampuan diri sendiri. Kami pun melakukan eksperimen-eksperimen dalam hubungan seks. Hasilnyapun sangat luar biasa. MO yang kedua, ketiga, keempat, dst berhasil saya dapatkan. Dan frekuensinya pun semakin banyak. Dari 2x, 3x, 5x, 7x, bahkan sampai 11x…!!! Sungguh mengagumkan.

Dulu, tidak pernah terbayang dalam pikiran saya. Jangankan sampai 11x, untuk mendapatkan orgasme saja susahnya minta ampun.

Ternyata MO bukanlah hal yang sulit didapatkan asalkan kedua pasangan sabar dan saling membuka diri. Teknik-teknik yang diajarkan dalam retreat bukanlah teknik yang sulit untuk dilakukan namun hasilnya sangatlah DAHSYAT !!! Setelah 11 tahun berumah tangga, akhirnya saya bisa !!!

Kami saling memandang. Tiba-tiba saya melihat suami bagaikan seorang Hero (Pahlawan). Seorang “pahlawan” dengan kesabaran dan kasih sayangnya, membebaskan saya diri saya dari belenggu ketidakberdayaan seks……

Ya Allah…….. Terima kasih! Akhirnya saya terbebaskan dari penjara yang saya ciptakan sendiri!

Oleh Indah K.P (Ibu Rumah Tangga)